KATA PENGANTAR

 

 

            Assalamualaikum Wr.Wb

Puji syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa, yang telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah bisnis internasional ini sesuai waktu yang ditentukan.

Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar para pembaca sekalian dapat memperoleh pengetahuan tentang bagaimana cara melakukan kerja sama ekonomi antar Negara. selain itu makalah ini dapat pula berfungsi sebagai referensi pembelajaran perkuliahan khususnya bidang studi bisnis internasional.

Saya menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat di dalam makalah ini, oleh karena itu saya memohon kepada para pembaca untuk dapat memberikan tanggapan / masukan maupun saran yang sifatnya membangun agar makalah ini menjadi lebih baik

Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada bapak/ibu dosen dan teman-teman yang telah memberikan dorongan yang sangat berarti kepada saya dalam pembuatan makalah ini.

 

Wabillahi taufik wal hidayah Wassalamualaikum Wr.Wb.

 

 

 

DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR………………………………………………………….

DAFTAR ISI……………………………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………….

           Arti perdagangan ………………………………………….

BAB II BEBERAPA PENGARUH PERDAGANGAN

               INTERNASIONAL ………………………………….

1.       Pengaruh perdagangan terhadap konsumsi…………

2.      Pengaruh perdagangan terhadap produksi ………….

3.      Pengaruh perdagangan terhadap distiribusi pendapatan….

4.      Aspek non ekonomis…………………………………………

BAB III PANDANGAN LAIN TERHADAP PERDAGANGAN INTERNATIONAL………………………………………..

BAB IV KESIMPULAN ………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………..

BAB I

PENDAHULUAN

D

i bukanya suatu perekonomian terhadap hubungan luar negeri mempunyai konsekuensi yang luar terhadap perekonomian dalam negeri. konsekuensi ini mencakup aspek ekonomis maupun nonekonomis, dan bisa bersifat positif maupun negative bagi negara yang bersangkutan. Semua ini perlu kita kaji sebelum kita bisa mengatakan apakah perdagangan luar negeri bermanfaat atau tidak bagi suatu Negara.

Ada dua konsekuensi penting dari perdagangan yaitu :

a)     Adanya manfaat dari perdagangan ( gains of trade ) sperti yang di cerminkan oleh pergeseran keluar dari garis CPF,

b)     Adaya kecendrungan kea rah spesialisasi dalm produksi Barabgf – barang yang memiliki keunggulan komparatif.

Kedua akibat ini termasuk akibat “ akibat ekonomis “ dari perdangan luar negeri. Pengaruh – pengaruh ekonomis bisa di golongkan dalam tiga kelompok :

a)     Pengaruh – pengaruh pada konsumsi masyarakat ( consumption effects )

b)     Pengaruh – pengaruh terhadap produksi ( production effects )

c)      Pengaruh – pengaruh pada distribusi pendapatan masyarakat (distribution effects)

 

 

 

A.     ARTI PERDAGANGAN

Perdagangan atau pertukaran mempunyai arti khusus dalam ilmu ekonomi. Perdagangan diartikan sebagai proses tukar-menukar yang didasarkan atas kehendak sukarela dari masing-masing pihak. Pertukaran yang terjadi karena paksaan, ancaman perang dan sebagainya tidak termasuk dalam arti perdagangan yang dimaksud disini.

Kenapa aspek kehendak suka rela tersebut penting ?

Sebab perdagangan dalam arti khusus tersebut mempunyai impliksi yang sangat fundamental, yaitu bahwa perdagangan hanya akan terjdi apabila paling tidak ada satu pihak yang memperoleh keuuntungan / manfaat dan tidak ada pihak lain yang merasa dirugikan. Ini selanjutnya berarti bahwa perdagangan, bila terjadi, adalah sesuatu yang selalu baik.Bahkan kalau kita mengikuti kaum klasik dan neoklasik kita bisa menarik imfplikasi lebih lanjut, yaitu bahwa perdagangan bebas aytau pertukaran bebas atau free trade akan memberikan manfaat tambahan yang maksimal.

Jadi motif atau dorongan bagi orang untuk melakukan tukar menukar adalah adanya kemungkinan diperolehnya manfaat tambahan tersebut. Manfaat ini disebut manfaat dari perdagangan atau gains from trade. Singkatnya motif dari pertukaran adalah adanya kemungkinan memperoleh “gains from trade”.

BAB II

PENGARUH-PENGARUH PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Pengaruh – pengaruh ekonomis bisa di golongkan dalam tiga kelompok :

  • Pengaruh – pengaruh pada konsumsi masyarakat ( consumption effects )
  • Pengaruh – pengaruh terhadap produksi ( production effects )
  • Pengaruh – pengaruh pada distribusi pendapatan masyarakat (distribution effects)

 

1.      PENGARUH TERHADAP KONSUMSI

Pengaruh penting terhadap konsumsi masyarakat adalah bergesernya garis consumption possibility frontier ( CPF ) ke atas . ini berarti bahwa karena perdagangan, masyarakat bisa berkonsumsi dalam jumlah yang lebih besar  dari pada sebelum ada perdangan. Ini sama saja mengatakan bahwa pendapatan riil  masyarakat ( Yaitu, pendapatan yang di ukur dari berapa jumlah barang yang bisa di beli oleh jumlah uang tersebut ), meningkat dengan adanya perdagangan.

Kita akan perkenalkan konsep yang sering di sebut dengan nama transformasi. Transformasi adalah proses pengubahan sumber – sumber ekonomi atau barang – barang dalam negeri menjadi barang – barang lain yang bisa memenuhi kebutuhan ( konsumsi ) masyarakat. Konsep transformasi mencakup :

a)     Transformasi melalui produksi, yaitu memasukkan sumber – sumber ekonomi ( input ) ke dalam pabrik – pabrik dan proses produksi lain untuk menghasilkan barang – barang akhir ( output ). Inilah “ proses produksi “ dalam arti yang biasanya di gunakan.

b)     Transformasi melalui perdagangan, yaitu menukarkan suatu barang dengan barang lain yang ( lebih )  kita butuhkan. Dari segi arti ekonomisnya menukarkan satu barang dengan barang lain melalui perdagangan adalah juga suatu “ porses pengubahan “, tidak ada bedanya dengan proses pengubahan melalui pabrik – pabrik ( proses produksi ). Keduanya mencapai hasil yang sama, yaitu mengubah satu barang menjadi barang lain ( yang di anggap lebih bernilai atau di butuhkan ).

 

Dalam ekonomi tertutup hanya ada satu proses transformasi bagi masyarakat menjadi dua macam, yaitu “ proses produksi “ dan “ proses perdagangan/ pertukaran “. Inilah sumber dari kenaikan pendapatan riil           (CPF ) masyarakat dari perdaganga luar negeri : yaitu adanya kemungkinan yang lebih luas ( dan lebih mengunutngkan ) untuk mentrasformasikan sumber – sumber ekonomi dalam negeri menjadi barng – barang yang di butuhkna masyarakat. Jadi menutup kemungkinan transformasi melalui perdagangan adalah sama saja dengan menutup kemungkinan di perolehnya kenaikan pendapatan riil. Berapa besar kenaikan pendapatan riil dari adanya perdagangan, tergantung pada sampai berapa jauh dasar penukarannya “ membaik “ setelah ada perdagangan.

Ada satu lagi pengaruh yang penting dari perdagangan terhadap pola konsumsi masyrakat. Pengaruh ini di kenal dengan nama demonstration effects.  Demonstration effects atau “ pengaruh percontohan “ adalah pengaruh yang bersifat langsung dari perdagangan terhadap pola dan kecendrungan berkonsumsi masyarakat. Pengaruh ini bisa bersifat positif dan bersifat negative. Demonstration effects yang bersifat positif adal perubahan pola dan kecendrungan berkonsumsi yang mendorong kemauan untuk berproduksi lebih besar. Jadi misalnya J.S. Miil berkat bahwa  “terutama dinegara-negara yang masih pada tahap perkembangan ekonomi yang rendah…. Ada  kemumngkinan ada dalam keadaan tertidur dan puas diri, dengan perasaan bahwa selera dan keinginan mereka sudah semuanya terpenuhi… Dibukanya perdagangan luar negeri kadang-kadang bisa memounyai pengaruh yang serupa dengan “Revolusi Industri” dengan diperkenalkan barang-barang naru kepada penduduk atau karena terbukanya kemungkinan bagi mereka untuk memproleh barang-barang yang sebelumnya tak terbyangkan bisa terjangkau oleh mereka…

Demontrasi effect yang bersifat negative adalah apabila dibukanya hubungan denga luar negeri menimbulkan pola dan kebiasaan kunsomsi asing yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan perekonomian tersebut.

Menentukan apakah pengaruh positif lebih besar dari pengaruh negarif atau sebaliknya, adalah persoalan yang sulit. Kita harus melihat kasus demi kasus. Banyak bentuk pengaruh yang tidak bisa diukur dengan tepat, sehingga unsur subjektifitas (atau kecenderungan ideologis) sering tidak bisa dihindari. Beberapa Negara (seperi RRC dan Negara-negara sosialis lain) berpendapat bahwa pengaruh negatifnya lebih besar. Negara-negara barat yang telah maju dan sejumlah Negara-negara sedang berkembang berangggapan sbaliknya, yaitu menganggap bahwa pengaruh negatifnya tidak melebihi pengaruh positifnya. RRC dan beberapa Negara sosialis lainnya dengan perekonomian yang relative tertutup, bisa mencapai laju pertumbuhan yang sangat tinggi. Sebaliknya Jepang, Singapura, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, yang mempunyai perekonomian terbuka juga bisa mencapai laju pertumbuhan yang sangat mengesankan.

Nampaknya ada factor lain yang lebih menentukan apakah suatu masyarakat adalah masyarakat yang hemat dan ber pola konsumsi Yang wajar atau masyarakat yang boros dan berpola konsumsi mewah. Factor ini adalah pola distribusi kekeyaan dan pendapatan yang ada didalam masyarakat. Pola distribusi yang timpang menimbulkan pola konsumsi yang timpang dan boros, dan ini berlaku baik bagi ekonomi tertutup maupun ekonomi terbuka. Adanya perdagangan luar negeri mungkin membuat ketimpangan pola konsumsi tersebut lebih menyolok, karena mereka melakukan konsumsi yang berlebihan cenderung untuk memilih barang-barang “luar negeri” dan gaya hidup “luar negeri”. Namun dalam hal ini masalah pokoknya sebenarnya bukan karena masyarakat tersebut menbuka hubungan dengan luar negeri, tetapi karena sejak awal distribusi kekayaan dan pendaoata didalm negeri memang timpang. Jelas menutup diri dari percaturan ekonomi dunia bukanlah obatnya.

Singkatnya “Demontration Effects” memang ada tetapi apakah efek negarifnya atau efek positifnya lebih menonjol sulit untuk ditentukan secara umum. Ini tergantung situasinya kasus demi kasus. Namun kita juga harus berhati-hati dalam menentuka apakah pola Konsumsi yang “keliru’” memang karena demonstration Effects atau sebab-sebab lain.

2.           PENGARUH TERHADAP PRODUKSI

Perdagangan luar negeri mempunyai pengaruh yang kompleks terhadap sektor produksi didalam negeri. Secara umum kita bisa menyebutkan empat macam pengaruh yang bekerja melalui adanya :

a)     Spesialisasi produksi

b)     Kenaikan “investasi surplus”

c)      “vont for surplus”

d)     Kenaikan produktivitas.

A.          Spesialisasi

Kita telah melihat bahwa perdagangan internasional mendorong masing – masing Negara kearah spesialisasi dalam produksi barang di mana Negara tersebut memiliki keunggulan komparatifnya. Dalam kasus constant – cost, akan terjadi spesialisasi produksi yang penuh, sedangkan dalam kasus increasing-cost terjadi spesialisasi yang tidak penuh. Yang perlu diingat di sini adalah bahwa spesialisasi itu sendiri tidak membawa manfaat kepada masyarakat kecuali apabila disertai kemungkinan menukarkan hasil produksinya dengan barang-barang lain yang dibutuhkan. Spesialisasi plus perdagangan bisa meningkatkan oendapatan riil masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa perdagangan mungkin justru menurunkan pendapatan riil dan kesejahteraan masyarakat.

Ada tiga keadaan yang membuat spesialisasi dan perdagangan tidak selalu bermanfaat bagi suatu Negara. Ketiga keadaan ini berkaitan dengan kemungkinan spesialisasi produksi yang terlalu jauh, arinya adanya sektor produksi yang terlalu terpusatkan pada satu atau dua barang saja. Ketiga keadaan ini adalah :

  • Ketidakstabilan pasar luar negeri.

Bayangkan suatu Negara yang karena dorongan spesialisasi dari perdagangan, hanya memproduksi karet dan kayu. Apabila harga karet dan harga kayu dunia jatuh, maka perekonomian dalam negeri otomatis akan ikut jatuh. Lain halnya apabila Negara tersebut tidak hanya berspesialisasi pada kedua barang tersebut, tetapi juga memproduksikan barang-barang lain baik untuk eksport maupun untuk dalam negeri. Turunnya harga dari satu atau dua barang mungkin bisa diimbangi oleh naiknya harga barang-barang lain.

  • Keamanan Nasional

Bayangkan suatu Negara hanya memproduksi satu barang, misalnya karet, dan harus mengimport seluruh kebutuhan bahan makanannya. Meskipun karet adalah cabang produksi dimana Negara tersebut memiliki keunggulan komparatif yang paling tinggi, sehingga bisa meningkatkan CPF-nya setinggi mungkin, tentunya keadaan seperti di atas tidak sehat. Seandainya terjadi perang atau apapun yang menghambat perdagangan luar negeri, dari manakah diperoleh bahan makanan bagi penduduk Negara tersebut? Jelas bahwa pola produksi seperti yang didektikan oleh keunggulan komparatif tidak harus selalu diikuti apabila ternyata kelangsungan hidup Negara itu sendiri sama sekali tidak terjamin.

  • Dualisme

Keadaan di Negara-negara sedang berkembang setelah kemerdekaan mereka, memang sudah menunjukkan perubahan. Tetapi sering belum merupakan perubahan yang fundamental. Sektor eksport yang “modern” masih nampak belum bisa menunjang sektor dalam negeri yang “traditional”

B.          Investible Surplus Meningkat.

Perdagangan meningkatkan pendapatan riil masyarakat. Dengan pendapatan riil yang lebih tinggi berarti Negara tersebut mampu untuk menyisihkan dana sumber-sumber ekonomi yang lebih besar bagi investasi (inilah yang disebut “Investible Suplus”). Investasi yang lebih tinggi berarti laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Jadi perdagangan bisa mendorang laju pertumbuhan ekonomi.

Inilah inti dari pengaruh perdagangan International terhadap produksi lewat Investible Surplus. Ada tiga hal mengenai pengarug ini yang perlu dicatat :

a)     Kita harus menanyakan berapa dari manfaat perdagangan (kenaikan pendapatan riil) yang diterima oleh warga Negara-negara tersebut. Dengan lain perkataan, yang lebih penting adalah berapa kenaikan GNP, bukan kenaikan GDP, yang ditimbulkan oleh adanya perdagangan.

b)     Kita harus menanyakan pula beraoa dari kenaikan pendaptan riil karena perdagangan tersebut akan diterjemahkan menjadi kenaikan investasi dalam negeri, dan berapa ternyata dibelanjakan untuk konsumsi yang lebih tinggi atau ditransfer keluar negeri oleh perusahaan asing sebagai imbalan bagi modal yang ditanamkannya?

c)      Kita harus pula membedakan antara “pertumbuhan ekonomi” dan “pembangunan ekonomi”. Disebutkan di atas bagaimana dualisme dalam struktur perekonomian bisa timbul dari adanya perdagangan internasional.

Inti dari uraian di atas adalah bahwa kenaikan investible surplus karena perdagangan adalah sesuatu yang nyata. Tetapi kita harus mempertanyakan lebih lanjut siapa yang mempeoleh manfaat, berapa besar manfaat tersebut yang di realisir sebagai investasi dalam negeri, dan adakah pengaruh dari manfaat tersebut terhadap permbangunan ekonomi dalam ari yang sesungguhnya.

C.          Vent For Surplus

Konsep ini aslinya berasal dari Adam Smith. Menurut Smith, perdagangan luar negeri membuka daerah pasar baru yang lebih luas bagi hasil-hasil dalam negeri. Produksi dalam negeri yang semula terbatas karena terbatasnya pasar didalam negeri, sekarang bisa diperbesar lagi.Sumber-sumber ekonoomi yang semula menganggur (surplus) sekarag memperoleh saluran (vent) untuk bisa dimanfaatkan, karena adanya daerah pasar yang baru. Inti dari konsep “ vent for surplus” adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terangsang oleh terbukanya daerah pasar yang baru.

 

Inti dari proses “ven for surplus” ini tetap sama baik dulu maupun sekarang, yaitu sumber-sumber ekonomi yang tidak bisa dimanfaatkan kecuali apabila ada saluran ke pasar dunia dan apabila modal asing diperkenankan masuk. Kunci daripada apakah proses “vent for surplus” ini akan menghasilkan pembangunan ekonomi dalam arti sesungguhnya ataukah hanya “pertumbuhan ekonomi” seperti yang telah terjadi di zaman lampau, terletak ditangan pemerintah nasional. Mereka harus bisa meraih sebagian besar dari “manfaat perdagangan” yang dihasilkan dan menggunakannya bagi kepentingan pembangunan nasional dalam arti yang sebenarnya.

D.         Produktivitas.

Pengaruh yang sangat penting dari perdagangan luar negeri terhadap sektor produksi adalah berupa peningkatan produktivitas dan efesiensi pada umumnya. Kita bisa membedakan tiga sumber utama dari peningkatan produktivitas dan efesiensi yang timbul oleh adanya pedagangan luar negeri.

  • Economic of Scale.

Dengan makin luasnya pasaran, produksi bisa diperbesar dan dilakukan dengan cara yang lebih mudah dan efesien. (Economic of Scale menurunkan long run average cost dari sesuatu sektor industri).

  • Teknologi Baru.

Perdagangan international dan hubungan luar negeri pada umumnya dikatakan sebagai media yang penting bagi penyebaran teknologi dari Negara-negara maju ke Negara-negara belum maju. Bentuk yang lansung dari penyebaran teknologi ini adalah apabila dengan dibukanya hubungan dengan luar negeri, suatu Negara bisa mengimpor barang (misalnya, mesin) yang bisa meningkatkan produktivitas di dalam negeri.

  • Rangsangan Persaingan.

Peningkatan efesiensi tidak hanya bisa terjadi lewat teknologi baru, tetapi juga bisa “lewat pasar”. Dikatakan bahwa dibukanya perdagangan international tidak jarang membuat sektor-sektor tertentu didalam perekonomian yang semula “tertidur” dan tidak efesien menjadi sektor-sektor yang lebih dinamis, berkar adanya pengaruh persaingan dari luar.

 

Jadi perdagangan luar negeri bisa meningkatkan efesiensi suatu sektor melalui peningkatan persaingan. Ada beberapa hal yang penting untuk dicatat mengenai kemungkinan peningkatan produktivitas ( efesiensi ) melalui hubungan Internasional ini. Di antara ketiga sumber peningkatan produktifitas, yaitu : economies of scale, tekhnologi baru dan rangsangan persaingan.

3.           PENGARUH TERHADAP DISTRIBUSI PENDAPATAN

Apakah pengaruh dibukanya hubungan internasional terhadap distribusi pendapatan?

Ada dua sudut pandang yang mempunyai kesimpulan yang bertolak belakang satu sama lain. Sudut pandang yang pertama  adalah dari kaum Neoklasik dan sudut pandang yang kedua adalah dari golongan yang tidak percaya akan kebenaran teori Neoklasik (termasuk di sini golongan ekonom yang tidak tergolong radikal, tetapi anti  Neoklasik, seperti Gunnar Myrdal).

Menurut kaum Neoklasik hubungan luar negeri mempunyai pengaruh lebih meratakan ditribusi pendapatan didalam negeri dan antar Negara. Menurut mereka, hubungan luar negeri mempengaruhi distribusi pendapatan lewat dua saluran utama, yaitu saluran perdagangan dan saluran aliran modal.

 

Satu kesimpulan penting nahwa suatu Negara cenderung berspesialisasi dalam barang-barang yang menggunakan factor produksi yang tersedia relative lebih banyak didalam negeri. Jadi,Negara B yang memiliki relative banyak tenaga kerja daripada barang capital,cenderung berspesialisasi dalam produksi barang-barang yang padat karya. Sedangkan Negara A yang relative lebih kaya barang capital daripada tenaga kerja cenderung untuk berspesialisasi dakam barang-barang yang padat dan capital. Inilah iinti dari teori heckscher-Ohlin. Konsekuensi selanjutnya dlam kesimpulan ini,sebelim perdagangan terjadi di Negara B yang langka barng capital “harga”barang capital yang sangat tinggi. Ini berarti bahwa pendapatan dari pemilik tenaga kerja ( buruh ) adalah rendah. Sebaliknya, di Negara A, penghasilan perunit capital relatif lebih rendah dari pada pengahasilan perunit tenaga kerja. Sekarang perdagangan terjadi. Negar B akan berspelisasi dalam produksi barang padat – karya dan negar A dalam produksi barang padat Kapital. Di negar B, kecendrungan spesialisasi ini berarti bahwa penggunaan ( atau “ permintaan “) akan tenag kerja meningkat, sedang penggunaan ( atau “ permintaan “ ) akan barang – capital relative menurun. Yang trjadi selanjutnya adalah “ harga “ barang capital relative menurun dan “ haraga “ harga tenaga kerja relative meningkat dan penghasilan pemilik capital menurun. Di negar A sebaliknya terjadi karena spesialisasi kea rah barang – barang yang padat – capital, pengahasilan buruh menurun dan pengahasilan pemilik modal meningkat. Jadi kesimpulannya adalh bahwa perdagangan cenderung meratakan disribusi pendapatan  yaitu di man fungsi produksi di kedua Negara sama, selera kedua Negara adalah sama. Ada persaingan sempurna di semua pasar, telah di buktikan bahwa perdagangan bisa menyamakan tingkat up[ah ( penghasilan tenaga kerja ) di kedua Negara dan menyamakan tingkat bunga ( penghasilan capital ) di kedua Negara, meskipun tidak terjadi perpindahan factor produksi dari negar satu ke negar lain. Dalil ini di sebut dalil penyamakan haraga factor produksi ( factor price equalization theorem ) dari stopler dan samuelson.

 

Bagaimanakah dengan adanya kemungkinan modal mengalir dari satu negar ke Negara lain ? adanay kemungkinan memperkuat lagi proses kea rah kemerataan distribusi pendapat. Kecendrungan yang timbul adalah bahwa modal akan mengalir dari negar A yang memiliki barang capital yang relative banyak ke Negara B yang langka barang capital, dan aliran ini cenderung menyamakan penghasilan pemilik kapita;l dfi kedua negar yaitu pemilik Negara capital di negara B mengalami penurunan pengahasilan. Jadi adanya kemungkinan faktor produksi kapital mengalir dari saru Negara ke negara lain, memperkuat kecendrungan kearah distribusi pendapatan yang lebih merata. Seandainya faktor produksi tenaga kerja juga di perkenankan untuk mengalir dari satu Negara ke Negara lain ( yaitu, seandainya bebas untuk berpindah negara ) maka kecendrungan kearah penyamaan tingkat upah dan tingkat bunga secara sempurna. Ironisnya, mereka yang mendukung kebebasan perdagangan dan kebebasan aliran modal seringkali tidak mendukung kebebasan aliran tenaga kerja.

 

Di dalam suatu negar, “ perdagangan bebasa “ dan penanaman modal asing hanya bisa menumbuhkan sektor “ modern “ dan tidak terhadap sektor “ tradisional “. Dan kesenjangan “ Gap “ antara sektor ini dan sektor “ tradisional “ justru semakin lebar. Di dalam negeri kekuasaan perusahaan – perusahaan multinasional semakin besar dan memtikan perusahaan – perusahaan kecil dalam negeri. Menurut mereka distribusi pendapatan akan semakin buruk.

4.           ASPEK NON EKONOMIS

Apa yang kita bahas di atas adalah penagruh – pengaruh ekonomis dari hubungan int4ernasional terhadap perekonomian dalam negeri. Aspek ekonomi hanyalah salah satu aspek dari hubungan internasional meskipun mungkin merupakan aspek yang sangat penting. Kalu tidak yang peling penting. Oleh sebab itu bentuk dan pola hubungan luar negeri yang baik bagi suatu negar tidak bisa di tentukan oleh para ekonom saja. Kebijaksanaan luar negri yang baikl adalah apabila terdapat sinkronisasi dan keseimbanagn antar aspek ekonominya dan aspek – aspek lain, seperti aspek cultural, apek politik dan aspek militer. Penagruh dari pembukaan hubungan luar negeri terhadap kebudayaan, kehidupan politik dan strategi militer bagi suatu negar adalaj snagt luas dan kompleks. Namun semuanya mempunyai kaitan erat denag aspek ekonomis yang telah kita uraikan di atas. Oleh sebab itu bukanlah seuatu pelanggaran etika profesi pabila ekonom juga ikt bebicara menegnai aspek ekonomis dari kebijaksanaan kebudayaan luar negeri, politik luar negeri dan strategi milter luar negeri. Tentu saja, sebaliknya ekonom juga harus bersedia mendenarkan pendapat para ahli di bidang – bidang lain tersebut, dalam merumuskan kebijaksanaan ekonomi luar negeri yang tepat.

BAB III

PANDANGAN LAIN MENGENAI PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Pandangan mengenai perdagangan internasional dari para ekonom yang tergolong mayoritas. Sering di sebut pandanagn dari “ main – stream economics “. Sebetulnya pandangan ini bersumber pada teori atau sudut pandanagn kaum klasik dan neo klasik, yang tidak lain adalah ilmu ekonomi “ liberal “. Di sinilah peranan dari ideology dalam ilmu ekonomi, yait sebagai suatu “ sudut pandanagan “ dan “ kacamata “. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan mengapa para ekonom sering secara mencolok berbeda pendapat atau berbeda kesimpulan mengenai suatu hal yang sama.

 Jadi, tidaklah benar bahwa ilmu ekonomi adalah 100% ilmu obyektif dan berisi satu – satunya “ kebenaran “. Ini berlaku bukan hanya bagi ilmu ekonomi, tetapi juga bagi ilmu – ilmu lain, termasuk ilmu ilmu yag tergolong “ eksakta “, meskipun keadaan ini lebih menonjol bagi ilmu – ilmu sosial.

 Bagaimanakah pendapat sudut pandangan yang lain ini ? ada berbagai nam bagi sudu pandanagn ini. Ada yang menyebut “ ilmu ekonomi radikal “ ( radical economics ), ada yang menyebut “ ilmu ekonomi institusional “ (institutional economics) ada yang menyebut “ilmu ekonomi sejarah” (historical economics) ada yang menyebut ilmu ekonomi politik” (political economics). Memang ada berbagai variasi dari sudut pandangan ini: ada yang ekstrim dan ada yang kurang ekstrim. Tetapi secara umum sudt pandangan ini menekankan aspek-aspek yang “terlupakan” dalam analisa “main stream economics”, yaitu mengenai aspek kelembagaan, perbedaan dalam kekuatan ekonomi dari para pelaku ekonomi, aspek yang bersifat ekonomis-politis dan melihat kesemuanya sebagai proses sejarah.

 

BAB IV

KESIMPULAN

1.             Pengaruh hubungan ekonomi luar negeri terhadap perekonomian dalam negeri bisa di kelompokkan sebagai (a) penagruh terhadap konsumsi , (b) penagruh terhadap produksi , dan (c) penagruh terhadap distribusi pendapatan.

 

2.            pengaruh utam terhadap konsumsi ada dua, yaitu ; (a) kenaikan CPF (atau pendapataan riil ) , (b) efek percontohan ( demonstration effects ) . Demontrasion Effects bisa bersifat positif (merangsang minat berproduksi) atau bersifat negatif (merangsang konsumsi berlebihan). Apakah pengaruh positif atau negative yang lebih menonjol, harus dilihat kasus demi kasus.

 

 

3.            pengaruh terhadap produksi bisa digolongkan menjadi pengaruh melalui : (a) Spesialisasi. (b) Vent for Surplus (c) peningkatan produktivitas. Spesialisasi mempunyai aspek positif dan negatifnya. Aspek negativenya bisa diatasi dengan diversifikasi produksi.

 

4.            perdagangan luar negeri menciptakan pasaran yang lebih luas (vent) bagi hasil produksi dalam negeri, sehingga sumber-sumber ekonomi yang belum semua dimanfaatkan (surplus) bisa dimanfaatkan. Modal dan teknologi asing biasanya diperlukan untuk pemanfaatan sumber-sumber ekonomi ini. Di masa lampau modal dan teknologi asing masuk ke sektor perkebunan, sekarang ke sektor sumber-sumber alam (energi).

 

5.            hubungan luar negeri meningkatkan produktivitas melalui (a) Economiies of scale yang dimungkinkan oleh makin luasnya pasar, (b) Teknologi baru yany dialihkan dari luar negeri (c) Rangsangan persaingan.”pengalihan teknologi” mendapat prhatian yang khusus dalam perundingan international maupun dalam pengkajian ilmiah. Economiies of scale dan rangsangan persaingan belum mendapat perhatian yang sepadan.

 

6.            ada dua sudut panadang mengenai pengaruh hubungan ekonomi international terhadap distribusi pendapatan, yaitu pendapat kaum neoklasik dan pendapat golongan antineoklasik. Kaum neoklasik mengatakan bahwa baik perdagangan international maupun aliran modal international cenderung untuk meratakan distribusi pendapatan didalam suatu Negara maupun antar Negara. Masing-masing sudut pandangan mempunyai unsur kebenarannya, sehingga masalahnya harus dilihat kasus demi kasus.

 

7.            aspek nonekonomis dari hubungan international sangat penting dan saling berkaitan satu sama lain dan dengan aspek ekonomis. Kebijaksanaan luar negeri yang terpadu memerlukan pemikiran dari ahli-ahli berbagai cabang ilmu.

 

8.           pandangan Neoklasik atau “mainstream ecenomics” mengenai perdagangan international bukab satu-satunya kebenaran. Pandangan lain yang berasal dari golongan (radical economies) atau (political economy) menyoroti as[ek kelembagaan, pola kekuasaan ekonomi dan sejarah. Menurut pandangan yang disebut terakhir ini, perdangangan sering justru merugikan salah satu pihak, biasanya pihak yang kedudukan politik dan ekonominya lemah. Adanya unsure monopoli menimbulkan eksploitasi, bukannya pertukaran yang saling menguntungkan. Kolonialisme politik dan ekonomi adalah contoh-contoh sejarah yang mendukunmg pandangan ini.

 

9.            Kedua pandangan tersebut mempunyai unsur kebenarannya. “Gains from Trade” adalah manfaat yang nyata, tetapi monopoli dan eksploitasi juga bukan isapan jempol. Yang paling baik adalah menilai kasus demi kasus.

DAFTAR PUSTAKA

®            Boediono, EKONOMI INTERNATIONAL. BPFE, YOGYAKARTA, 2000.

®            Hadist. Syarif, EKONOMI INTERNATIONAL. PT,RAJA GRAFINDO PERSADA, JAKARTA, 1996.

®            MARSUKI, ANALISIS PEREKONOMIAN NASIONAL DAN INTERNATIONAL. PENERBIT MITRA WACANA MEDIA, JAKARTA, 2005.

WALUYA, HARRY, Drs,, EKONOMI INTERNATIONAL, BPFE, YOGYAKARTA, 1999

About maulanapages

seseorang akan dikatakan orang ketika dia menganggap orang lain itu sebagai orang.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s